Behind the formation of words...

Saturday, June 30

Pengalaman di SLB B PTN Jimbaran


Sebenernya ini pengalamannya sudah lama. Tapi baru sempet ngepost. Yap, salah satu pengalaman di SLB B PTN Jimbaran dimana disana tempat bersekolah orang-orang yang memiliki keterbatasan mental dan tidak mampu berbicara dan mendengar. :( But, they taught me much. See my story. :)

Kegiatan CSR periode 1 – 14 Agustus 2011

The corporate social responsibility is begun. This is my part to join this period with Mbak Dayu Yadnya in SLB B PTN Jimbaran. Bisa dibilang saya sangat exited mengikuti program ini. Berikut kegiatan yang saya lakukan selama 2 minggu di SLB tersebut.


Senin, 1 Agustus 2011

Pada pukul 07.08 wita, saya dan Mb. Dayu Yadnya sampai di SLB tipe B PTN Jimbaran. Pada jam itu, siswa-siswa baru sampai di sekolah. Mereka dengan ramah memberi kami senyuman, walau kami termasuk orang baru di lingkungan mereka. Mereka terlihat normal, walau dari gerak-geriknya, kami tahu mereka memiliki kekurangan, hanya berkomunikasi dengan dengan kode gerakan tangan dan mata.


Sesuai instruksi sebelumnya, kami harus menemui Pak Edi. Tapi, pada pagi itu, kami yang masih bingung dengan lingkungan disana jadi clingak-clinguk mencari-cari tak jelas. Sebagian guru menyapa kami dan langsung bilang, "Dari Surfer Girl ya...?" waahh,,, sudah dikenal. Akhirnya, ada seorang pak guru yang memberi kami instruksi, yang ternyata adalah Pak Edi, untuk mengikuti upacara bendera.

Pukul 07.30 wita, upacara bendera siap dilaksanakan. Dan ini adalah upacara bendera yang pertama saya lakukan setelah 4 tahun lalu tamat SMA. Ternyata di luar dugaan kami, siswa di SLB lumayan banyak. Dengan guru sekitar 45 orang, siswa di SLB ini mencapai 211 orang. Mereka melakukan upacara bendera dengan khidmat, terutama bagi siswa di tingkat sekolah menengah. Siswa di tingkat dasar masih terlihat sibuk dengan dirinya sendiri atau menggoda temannya. Upacara bendera ini dilakukan dengan petugas upacara dari pihak guru, baik pembina, pemimpin, pembaca doa, pembaca undang-undang,protokol dan dirigen-nya. Untuk pengibar benderanya dan pembawa text pancasila, diwakilkan oleh 4 siswa sekolah menengah atas. Gerakan mereka sama bagusnya dengan gerakan siswa normal di sekolah biasa. Ada yang lucu, pada saat pembacaan text pancasila bersama yg diikuti oleh semua peserta upacara, para peserta upacara mengikutinya walaupun kata-kata yg mereka tidak jelas, tapi itu menunjukkan betapa semangatnya mereka mengikuti upacara.

Dan upacara bendera telah selesai, kami kembali ke ruang tata usaha dan menemui Pak Edi. Dari Pak Edi kami mengetahui disana ada 2 jenis siswa yang berbeda. Ada siswa yang Tuna Rungu dan Tuna Grahita. Tuna rungu bagi mereka yang kehilangan kemampuan mendengar dan akhirnya tak bisa berbicara serta Tuna grahita yang memiliki kecerdasan intelektual yang ada dibawah rata-rata. dan setelah itu kami ditampatkan di kelas dasar Tuna grahita, mbak Dayu di kelas 1 dan saya di kelas 2 SD.

Kelas dimulai pada pukul 08.00. Saya menjadi asisten guru kelas 2, Ibu Ulfa. Saya masuk ke dalam kelas dan perhatian anak-anak mulai tertuju kepada saya, mungkin karena saya orang baru. Di kelas itu ada 12 siswa dan kebetulan semuanya hadir pada saat itu. Dilihat secara sekilas, ada dari mereka yang terlihat sama dengan anak-anak normal lainnya. Tapi mereka ber-IQ dibawah rata-rata.

Di kelas itu ada 3 jenis siswa. Yang pertama ada anak yang hiperaktif, ada yang autis, dan ada yg seperti anak normal kebanyakan. Awalnya saya kaget ketika masuk kelas tersebut. Benar-benar kaget tepatnya. Beberapa diantara siswa tersebut memang ada yang mengikuti pelajaran dengan baik, namun diantara mereka ada yang belum bisa terfokus pada pelajaran. Mereka enggan untuk duduk dan belajar, mereka berkeliling kelas, melihat teman-teman yang lain yang sedang belajar. Pada satu siswa, saya yang melakukan kebalikan apa yang saya katakan. Saat saya mengatakan untuk berdiri dan kembali ke tempat duduk, dia malah tiduran di lantai sampai akhirnya saya harus mengangkat dia. Saya membantu wali kelasnya untuk mengajar huruf dan angka. Ada yang masih dibantu dengan titik-titik, ada yang sudah bisa menulis tanpa bantuan, hanya perlu diberikan contoh. Kelas berakhir pada pukul 09.30 dan dilanjutkan dengan beristirahat.

Pada pukul 10.00, kelas kembali dimulai. Pelajaran sama seperti sebelumnnya dan berakhir pada pukul 11.00. Kelas diakhiri dengan menyanyikan lagu Mari Pulang dan Sayonara. Pada pukul 12.00 kami meninggalkan SLB setelah mengisi form mengajar.


Selasa, 2 Agustus 2011

Hari kedua, tanggal 2 Agustus 2011. Hari ini mbak Dayu tidak bisa mengikuti CSR karena ada upacara agama, jadi saya sendiri. Kebetulan hari ini juga ada guru yang tidak masuk sehingga saya ditugaskan untuk menggantikan beliau mengajar di kelas 3B Tuna Rungu. Jam pelajaran pertama adalah agama hindu, dan jam pelajaran ini digabung dengan kelas lain. Jadi total siswanya ada 15 orang.

Guru agama nya sendiri sudah ada, jadi saya menemani saja di dalam kelas. Mereka sudah bisa menulis dan mengerti isi tulisan, tapi mereka tidak bisa membaca nya karena mereka tidak punya kemampuan mendengar dan berbicara. Susah bagi saya untuk memberikan mereka kode untuk diam ataupun melanjutkan menulis. Yang ada saya malah membuat satu dari mereka menangis karena saya wajibkan menulis lagi saat teman-temannya sudah selesai dan beristirahat. Agak susah meyakinkan maksud saya, tapi akhirnya dia berhenti menangis dan kembali bergabung dengan teman-temannya. Akhirnya kelas berakhir pada pukul 9.30 wita.

Jam 10.00 kelas kembali dimulai. Murid yang ikut pelajaran kali ini ada 5 orang. Seharusnya 6 tapi salah satu diantara mereka harus latihan menari untuk lomba. Kemudian mereka berlima saya ajarkan matematika, yaitu sama dan tidak sama. Awalnya saya lupa kalau mereka tak bisa mendengar, jadi saya mengajar mereka seperti di kelas biasa. Selang beberapa detik saya sadar kalau itu salah, dan dari sana saya mengalami kesulitan dalam menyampaikan maksud saya. Dengan kode-kode ala kadarnya, saya memberitahu mereka dan akhirnya mereka mengerti. Senangnyaaaa.... ^_^

Saya mengajar sampai pukul 11.00 wita, diakhiri dengan memberikan soal untuk dikerjakan dirumah oleh siswa-siswa. 

Rabu, 3 Agustus 2011

Hari ketiga, pukul 07.10 saya dan mbak Dayu tiba di SLB. Hari ini saya ditugaskan untuk mengajar di kelas 5 sedangkan mbak Dayu kembali mengasisteni Bu Ros, guru wali kelas 1C. Pukul 09.00 saya masuk ke kelas 5C, karena pada jam pelajaran pertama mereka mendapatkan pelajaran komputer. Di kelas 5 ada 8 siswa down syndrom. Mereka memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Saya mengajarkan pelajaran matematika yaitu melanjutkan pelajaran sebelumnya yaitu tentang nilai tempat dan bangun datar seperti segitiga, persegi, persegi panjang, lingkaran, dan lain sebagainya. Diantara mereka ada yang sudah bisa menangkap pelajaran dengan baik, ada juga yang belum dan harus diberikan pelajaran yang berbeda, seperti menulis kalimat atau membuat lingkaran saja.

Ada anak yang sangat hiperaktif, ada juga yang sangat diam, sampai berbicara pun tidak mau. Dalam satu kelas belum tentu mereka memiliki kemampuan yang sama. Ada yang harus saya berikan contoh di buku tulisnya langsung atau membuatkan rangka berupa titik-titik yang harus diikuti.

Pukul 11.00, pelajaran berakhir dan saya memberikan pekerjaan rumah seperti biasanya.


Kamis, 4 Agustus 2011

Hari keempat, tanggal 4 agustus 2011, saya kembali ditugaskan menemani Ibu Ulfa untuk mengajar di kelas 2C. Senang sekali rasanya begitu masuk kelas mereka menyambut saya lagi, dan kata Bu Ulfa, mereka menanya kan saya karena saya tidak masuk di kelas mereka selama 2 hari. Hari ini mereka belajar membuat nama-nama anggota tubuh, seperti kepala, mata, rambut, hidung dan bibir.  Bu Ulfa memberikan contoh tulisannya di papan tulis, dan sepertinya ini memberikan tingkat kesulitan baru bagi anak-anak down syndrom karena mereka harus belajar untuk berkonsentrasi untuk jarak yang lumayan dan mereka menjadi agak lama untuk meniru tulisan-tulisan tersebut. Mereka belajar sampai pk. 09.30 dan lalu beristirahat sampai pukul 10.00.

Setelah beristirahat, mereka kembali belajar. mereka belajar menulis nama-nama buah. Seperti pada saat menuliskan anggota tubuh, mereka juga kesulitan dalam mencontoh tulisan di papan tulis. Pelajaran berakhir pada pukul 11.00 dan kelas bubar seperti biasa.

Jumat, 5 Agustus 2011

Hari kelima, hari jumat dimana jadwal hari ini adalah workshop. Saya ditempatkan di workshop ICT / komputer yang dimulai pada jam 8.30. Ada sekitar 6 siswa di kelas tersebut, terdiri dari anak SMA Kelas B, yaitu yang bisu tuli. Guru mereka yang diwakili oleh mahasiswa yang sedang PKL disana, memberikan tugas untuk membuat poster dengan menggunakan photoshop dengan tema Bali. Saya memperhatikan satu demi satu siswa kelas ICT tersebut. Ada yang sudah mahir menggunakan photoshop dan membuat poster yang cantik dan menarik. Teknik mereka juga sudah cukup baik seperti menggabungkan gambar, cropping, dan lain sebagainya. Kelas workshop berakhir pada pukul 10.00.

Sabtu, 6 Agustus 2011

Hari keenam, sabtu ini saya kembali mendapat tugas untuk menemani anak-anak SMA di kelas ICT. Mereka kembali bermain dengan photoshop lagi membuat banner. Pelajaran berakhir pukul 10.00.

Senin, 8 Agustus 2011

Setelah berlibur hari minggu, pada hari senin yang merupakan hari ketujuh saya di SLB B PTN Jimbaran. Hari ini saya ditugaskan untuk menemani siswa di kelas komputer. Ada 3 kelas hari ini di kelas komputer dan semuanya adalah siswa SMP. Untuk pelajaran SMP, baik kelas B (Tuna Rungu) dan kelas C (Tuna Grahita) semuanya belajar mengetik pada microsoft word document dengan ditambahkan beberapa image dan autoshape. Mereka mengerjakannya dengan semangat. Dan kelas kali ini berakhir pada pukul 12.00.

Selasa, 9 Agustus 2011

Hari kedelapan, tanggal 9 Agustus 2011. Guru komputernya masih tidak ada, jadi saya ditugaskan lagi di kelas komputer. Jam pertama adalah kelas 3C, dimana anak-anaknya adalah anak yang Tuna grahita, ada 11 siswa di kelas ini. Mereka mulai belajar mengetik. Ada yang sudah mengenal huruf dan angka yang ada, ada yang belum, bahkan dari mereka ada yang belum bisa memencet keyboard dengan benar. Pada beberapa siswa, ada yang sudah mampu mencotoh dari text yang diberikan, ada juga yang belum. Akhirnya untuk yang belum, saya berikan contoh di layar komputer mereka. Seperti : 'HARI SELASA', 'NAMA SAYA AGUS', dan lain sebagainya. Kelas berakhir pada pukul 09.30.

Kelas kedua di ruang komputer adalah SMA kelas 2B, siswanya berjumlah 8 siswa. Mereka belajar membuat surat berkop untuk memesan barang. Dan mereka dapat mengerjakannya dengan lancar. Kelas berakhir pada pukul 11.30.

Rabu, 10 Agustus 2011

Hari kesembilan di CSR kali ini, saya kembali ditugaskan untuk mengawasi kelas komputer. Kali ini ada 3 kelas di kelas komputer. Dua diantaranya jam nya bertabrakan, antara SD kelas C dengan SMA kelas B. Sehingga menyebabkan kurangnya komputer yang bisa digunakan di ruang ICT tersebut. Akhirnya banyak yang mengganggur pada saat jam pelajaran komputer karena mereka tidak mendapatkan komputer utnuk latihan. Kelas berakhir pada pukul 11.00.

Kamis, 11 Agustus 2011

Kamis, 11 agustus 2011, merupakan hari kesepuluh saya di SLB B PTN Jimbaran. Jam pertama adalah jam komputer untuk SMA kelas 1B. Mereka masih bermain dengan microsoft word, dan membuat surat pengantaran barang. Kelas pertama berakhir pada pukul 09.00. Selanjutnya adalah jam kedua yang sangat crowded. Jam kedua ada 4 kelas, yaitu SMA 2B, SMP 1B, SMP 1C dan SD 4B. Alhasil dengan komputer yang berfungsi hanya 12 pcs, kelas menjadi penuh tidak karuan dan mereka mondar-mandir unorganized!

Jumat, 12 Agustus 2011

Hari kesebelas pada CSR kali ini. Pada hari ini adalah hari untuk berolahraga dan dalam rangka menyambut perayaan kemerdekaan RI yang ke 66, maka di SLB juga tidak mau kalah untuk merayakannya juga. Utnuk hari jumat ini, yang mengikuti perlombaan adalah untuk anak SD, baik SD yang tuna rungu ataupun yang tuna grahita. Ada beberapa lomba yang diadakan untuk siswa SD yaitu main pindah bola dan pindah bendera. Untuk dua permainan ini tingkat kesulitannya rendah yang cukup sesuai dengan kemampuan anak-anak disana. Mereka belajar mengambil bola dari keranjang satu ke keranjang yang lain. Mereka dilatih untuk focus pada bola yang di dalam keranjang yang harus mereka pindahkan dan menempatkannya ke keranjang tujuan. Bagi anak-anak tuna rungu, hal ini cukup mudah asalkan mereka tak salah mengertikan instruksi dari gurunya, tapi bagi anak tuna grahita, hal ini cukup sulit karena mereka rata-rata tak bisa focus pada hal yang mereka kerjakan. Saya dan mbak dayu dengan semangat menonton anak-anak itu berlomba dan memberi support walau mungkin mereka tidak mengerti.

Di sisi lain, ada anak-anak SMP untuk tuna rungu yang melakukan lomba yang lain. Lomba yang mereka lakukan adalah lomba berjalan dengan menaruh botol diatas kepala dan tidak boleh dipegang (untuk melatih keseimbangan mereka) dan berjalan dengan menjepitkan bola basket di antara kedua kakinya. Mereka melakukannya dengan semangat dan kami ikut gemas melihat tingkah mereka. Dan kegiatan hari ini berakhir pukul 10.00 pagi.

Sabtu, 13 Agustus 2011

Hari sabtu, hari keduabelas saya di tempat ini dan hari terakhir kami untuk mengikuti CSR. Dan kebetulan hari ini Purnama. Sayang sekali saya dan Mbak Dayu tidak bisa mengikuti persembahyangan di sekolah tersebut karena berhalangan. Jadi kami hanya melihat dari luar kegiatan yang mereka lakukan. Ada kejadian pada hari itu yaitu ada siswa yang mengalami kesurupan dan ternyata itu sudah terjadi pada saat malam sebelumnya. Akhirnya ia ditangani oleh salah satu guru kemudian persembahyangan dilanjutkan seperti biasa dan berakhir pada pukul 09.30.

Setelah itu kemudian anak-anak SMP dan SMA berganti pakaian untuk mengikuti lomba yang dipersiapkan untuk mereka. Sebelum menonton lomba yang ada, saya dan Mbak Dayu membantu diruang guru untuk menyiapkan hadiah bagi pemenang lomba. Hadiah yang dipersiapkan antara lain mie instan, bolpoin dan penghapus yang dibungkus dengan kertas koran. Setelah membungkus hadiah-hadiah tersebut, saya dan mbak Dayu lalu menonton perlombaan tingkat SMP dan SMA. Perlombaan yang pertama adalah lari karung. Mereka sangat bersemangat mengikuti lomba, walaupun dengan jatuh terjungkal di lapangan beton dan bersorak gembira saat mencapai garis finish.

Perlombaan kedua adalah lomba tarik tambang. Diikuti oleh anak SMP dan SMA dimana satu kelompok terdiri dari 5 orang. Ada beberapa tingkah yang lucu yang sangat sulit saya ekspresikan di dalam kalimat, tapi mereka sungguh membuat saya tersenyum. J

Pukul 11.30 semua lomba berakhir dan saya dan Mbak Dayu pergi ke ruang TU untuk meminta tanda tangan absensi yang telah kami buat dan lalu berpamitan pada guru-guru yang mengajar di SLB. Sedih sekali rasanya. Seperti akan ada yang hilang, suasana yang berbeda di sebongkah cerita kehidupan saya. 



Perasaan dan Pengalaman yang Didapatkan

Perasaan saya senang sekali selama mengikuti kegiatan ini. Banyak hal yang baru yang saya baru ketahui setelah saya mengikuti kegiatan ini. Bagaimana melihat mereka yang selalu tersenyum, sesulit apapun kondisi mereka dan mereka tidak pernah mengeluh. It was really great when we saw that all the students with imperfection could do something great for themselves. Ini yang membuat kami selalu bersyukur dilahirkan sempurna.. ^^ Saya juga mendapatkan pengalaman baru untuk mengajar di tengah keterbatasan, memberekin pengertian dengan hal-hal yang baru, dan berkomunikasi dengan bahasa baru. Kesabaran dan ketelatenan diperlukan di wilayah ini. J

Picture:



Dari pengalaman saya selama di SLB, saya mempelajari banyak hal yang baru salah satunya adalah bersyukur, bersabar, dan berusaha. Bersyukur karena telah dilahirkan normal, bersyukur masih dapat melakukan pekerjaan dengan normal. Melihat mereka tetap tersenyum, bukan harusnya saya untuk terus mengeluh tentang diri saya. Mereka selalu tersenyum, dan itu hal yang saya pelajari dari mereka. Bersabar saat melakukan pekerjaan untuk hasil yang maksimal dan berusaha untuk semua. Life is struggling. Termasuk melihat mereka saat berlajar. Motivator tak langsung buat saya. J


What We can Do:

Hal-hal yang mungkin yang bisa kita lakukan disana salah satunya mungkin dengan berkunjung bersama-sama kesana, mengadakan perlombaan yang bisa menghibur mereka dan kebersihan bersama. J


Sekian yang dapat saya laporkan selama bertugas di SLB B PTN Jimbaran, Badung. Semoga bermanfaat dan semoga saya masih bisa bertugas disana lagi. Terimakasih kepada semua yang telah membantu saya. J

----- END -----

No comments:

Post a Comment